Jump to content

Recommended Posts

Sebentar lagi masuk bulan Ramadhan sob. Dan mudik adalah salah satu agenda rutin dan wajib bagi perantau untuk pulang sebentar di hari raya. Dimana para penyedia jasa transportasi menangguk untung berlipat karena tuslah. Terminal, bandara, pelabuhan sesak berjejal manusia yang ingin menengok orang tua dan sanak saudara di kampung halaman.

Itu bisa jadi kejayaan mudik sebelum pandemic. Dan setahun lebih pandemic ini menghancurkan bisnis transportasi. Banyak ditemukan berita tentang terpuruknya PO ini dan itu. Belum lagi gelombang mode dimana bus pariwisata akhirnya mengaspal di jalur regular hanya untuk menyelamatkan kantong perusahaan dan menghidupi para kru.

Hanya dalam hitungan hari kita memasuki bulan Ramadhan. Yang paling dinanti adalah keputusan pemerintah mengatur regulasi mudik dikala pandemic ini. Demi kepentingan bangsa dan negara.. halah.. maksudku kepentingan rakyat, dimana disitu ada perusahaan transportasi beserta segenap karyawannya, agen tiket, penjual makanan di terminal, resto di tempat peristirahatan, dan pokoknya masih banyak lagi.

Ini penting, bahkan penting sekali untuk semua elemen diatas mengambil keputusan dan persiapan menghadapinya. Untuk manajemen perusahaan transportasi berskala besar, menetukan kebijakan tersebut bisa memakan waktu karena pastinya mencakup banyak faktor.

Ok, mari kita tunggu saja, itupun kalau ada, kalaupun ada ya… tidak rancu.

Link to post
Share on other sites
×
×
  • Create New...

Important Information

Sebaiknya baca Terms of Use dan Privacy Policy