Jump to content

Recommended Posts

Dunia transportasi darat kembali berduka pada 12 Maret lalu. Laka bus pariwisata di tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang. Sebagian besar penumpangnya meninggal dunia. Sungguh sangat mengejutkan kita semua.

Rem blong. Sebuah frasa yang sangat lazim didunia transportasi darat. Saya sih tidak ingin melihat kecelakaan tersebut dari sisi teknis karena itu wilayah KNKT. Dan kabar terbaru ada beberapa sebab kecelakaan tersebut. So sad guys.

Ok, dari sudut pandang saya, ada banyak hal yg terjadi sebelum kecelakaan terjadi. Dari ijin dan surat-surat, kondisi jalan, psikologis kru, dll. Dari ijin dan surat-surat pun menurut berita, bus tersebut bermasalah. Faktor kondisi jalan sangat berpengaruh disini, Indonesia kontur tanahnya bergunung-gunung, berbukit-bukit, tentu jalannya pun sama, berkelok-kelok naik dan turun. Belum lagi cuaca yang beberapa minggu yg lalu tergolong ekstrim. Kondisi jalan yg seperti dijelaskan diatas tentunya menuntut pengetahuan lebih dari driver terutama. Minimal driver mengetahui kondisi jalan, jadi bisa memprediksi kapan harus mengurangi gas dan tahu kapan harus menekan pedal rem. Kasus rem blong yg marak dijadikan sebab kecelakaan seringnya didahului oleh kurangnya pemahaman driver dan kru terhadap kondisi jalan. Ada baiknya sebelum menerima sewa pihak operator bisa berdiskusi tentang jalur yang akan ditempuh beserta jalur alternatifnya.

Link to post
Share on other sites
×
×
  • Create New...

Important Information

Sebaiknya baca Terms of Use dan Privacy Policy